Jakarta, 28 Januari 2021

PANDUAN LENGKAP BISNIS FROZEN FOOD: Cara, Tips dan Analisa Bisnisnya

Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini, masyarakat dituntut untuk selalu dapat berpikir kreatif dan jeli dalam melihat setiap peluang usaha yang ada. Tidak mengherankan memang, pasalnya, di masa pandemi seperti saat ini, banyak karyawan yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya, akibatnya, tingkat pengangguran menjadi bertambah. Untuk bertahan dalam situasi seperti saat ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuka usaha yang bisa dilakukan di rumah.

Salah satu usaha atau bisnis yang memiliki peluang cukup besar untuk berkembang di tengah pandemi saat ini adalah bisnis frozen food. Tidak hanya di tengah pandemi saat ini, bisnis frozen food memiliki target pasar yang tinggi di tengah berkembangnya gaya hidup praktis saat ini. Kesibukan masyarakat dengan pekerjaannya saat ini, menuntut mereka untuk memiliki gaya hidup sederhana dan sepraktis mungkin untuk menghemat setiap detik waktu yang mereka miliki.

Apa Itu Frozen food dan Asal Usulnya
Frozen food atau yang bisa juga disebut sebagai makanan beku merupakan salah satu jenis makanan yang dikemas dengan cara dibekukan. Jenis makanan ini pertama kali dikenalkan oleh masyarakat China pada tahun 3000 sebelum masehi. Pada saat itu, masyarakat China menggunakan es untuk membuat makanan lebih tahan lama di sepanjang musim dingin. Hingga pada akhirnya, makanan ini dikenalkan oleh orang-orang Jepang dan China ke Indonesia.


 
Proses pembekuan pada makanan sendiri dimaksudkan untuk membuat makanan menjadi lebih tahan lama, sehingga dapat disantap kapanpun tanpa takut makanan akan menjadi basi. Melalui proses ini, dekomposisi akan dihambat dengan cara mengubah kadar air dalam makanan menjadi es. Proses itulah yang kemudian menghambat pertumbuhan bakteri pada makanan, sehingga makanan dapat tahan lebih lama dan awet.

Pada umumnya, proses pembuatan makanan beku atau frozen food sendiri perlu melalui enam tahapan yaitu, persiapan bahan baku, pencetakan (forming), pelapisan (coating), penggorengan (frying), pembekuan (freezing), dan juga pengemasan (packaging). Setelah proses pembuatan selesai, makanan ini juga harus disimpan dalam lemari beku atau freezer dengan suhu minimal -18°C agar dapat bertahan lebih lama. Kendati demikian, bukan berarti bahwa makanan beku tidak memiliki masa kadaluwarsa. Umumnya, untuk makanan sejenis daging, sayur, dan juga buah dapat disimpan hingga lebih dari satu tahun, sedangkan makanan jenis daging babi, seafood, butter, cheese, dan sausages hanya dapat disimpan selama 6 bulan di dalam lemari pendingin.

Mengapa Harus Berbisnis Frozen food?
Dilansir dari detikfinance, Ronal Mediansyah, seorang pebisnis team building dan outdoor mengaku bahwa bisnisnya kian redup seiring dengan datangnya wabah Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, Ronal mencoba mencari peluang bisnis lain. Pilihan bisnis Ronal kemudian jatuh pada bisnis frozen food. Bisnis frozen food dipilih oleh Ronal setelah melakukan riset mengenai ketertarikan pasar. Dengan cara menyebar kuesioner, Ronal mendapat hasil bahwa kebanyakan orang lebih tertarik pada frozen food atau makanan jadi. Dasar riset inilah yang kemudian memantapkan Ronal untuk membuka bisnis frozen food.

Untuk memulai bisnis ini, Ronal mengaku bahwa ia tidak memerlukan modal yang terlalu banyak. Hanya dengan modal 5 hingga 10 juta rupiah saja, Ronal mampu mengumpulkan omzet hingga 30 juta rupiah. Modal tersebut, diakui Ronal, ia gunakan untuk membeli bahan serta belajar cara mengolah bahan.

Cerita Ronal tersebut menunjukkan bahwa bisnis frozen food adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Terlebih di tengah pandemi saat ini. Tidak hanya mudah untuk dilakukan, bisnis ini juga tidak menuntut modal yang terlalu besar. Belum lagi, minat masyarakat terhadap produk frozen food yang semakin bertambah dengan semakin menjamurnya gaya hidup praktis.

Alasan Mengapa Anda Harus Segera Terjun Ke Bisnis Frozen food
Ronal Mediansyah adalah salah satu contoh pebisnis yang sukses dengan bisnis frozen food. Tidak hanya Ronal, masih banyak cerita lain yang menunjukkan bahwa bisnis frozen food memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Belajar dari kisah Ronal, setidaknya ada dua alasan mengapa bisnis frozen food layak untuk dipertimbangkan.

1. Minat Pasar yang Besar
Menentukan suatu bisnis tentunya harus didasari dengan kebutuhan dan minat pasar. Demikian pula dengan apa yang dilakukan oleh Ronal. Kuesioner yang dilakukan oleh Ronal salah satunya bertujuan untuk melihat minat pasar terhadap bisnis yang hendak ia jalankan. Dan berdasarkan dari hasil kuesioner tersebut, di dapatkan hasil bahwa bisnis frozen food masih memiliki pasar yang luas.

Tingginya minat pasar terhadap produk frozen food ini tidak lain dikarenakan oleh gaya hidup praktis dan gaya hidup sehat yang saat ini sedang menjamur di masyarakat. Pasalnya, selain dapat bertahan lama, beberapa produk frozen food juga dapat disajikan tanpa kandungan MSG dan juga zat pengawet. Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah juga banyak menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Akibatnya, masyarakat cenderung mengubah alokasi belanja ke makanan dengan masa kadaluwarsa yang lebih lama. 

2. Modal yang Kecil
Memulai bisnis frozen food juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Pada kasus Ronal, ia membutuhkan modal sebanyak 10 juta rupiah saja. Akan tetapi, modal sebesar itu bukanlah suatu keharusan. Anda dapat memulai usaha frozen food dengan dana yang Anda miliki. Caranya, gunakan dana yang Anda miliki untuk produksi frozen food secukupnya. Tidak perlu dalam jumlah yang banyak sekaligus. Sedikit saja, asal dilakukan secara berkelanjutan, bisnis frozen food yang Anda mulai akan dapat berjalan dan berkembang dengan baik.

Hal tersebut juga diterapkan oleh Yudhi Dwiyanto. Seorang Pegawai Negeri Sipil yang membanting stir menjadi pengusaha fozen food ini, hanya membutuhkan modal 150 ribu untuk memulai bisnisnya. Dan hasilnya, hingga kini Yudhi mampu meraup omzet hingga 60 juta rupiah. Pilihan lain, Anda dapat memulai dengan menjual produk frozen food yang milik orang lain, sebelum memulai membuat produk sendiri.

Cara Berbisnis Frozen food


 
Sebelum memulai bisnis frozen food, hal yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menentukan apakah ingin membuat produk sendiri atau menjual produk dari orang lain. Setelah hal tersebut ditentukan, langkah selanjutnya adalah sebagai berikut.

1. Tentukan Produk
Menentukan jenis produk adalah tahapan awal yang harus dilakukan oleh pebisnis pemula. Dalam menentukan jenis produk, pebisnis harus mempertimbangkan positioning, differentiation, dan juga branding produk. Sederhananya, produk apapun yang dipilih haruslah memiliki ciri khas yang dapat membedakan dengan produk dari pesaing. Dengan pembeda atau ciri khas ini, pemasaran produk nantinya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

2. Siapkan Modal
Setelah menentukan jenis produk, langkah selanjutnya adalah menentukan besar modal yang diperlukan. Modal untuk memulai bisnis frozen food sendiri dibagi menjadi dua yaitu, modal peralatan dan modal operasional. Modal peralatan adalah modal yang digunakan untuk pengadaan peralatan seperti, freezer, alat packaging, penggorengan, dan lain sebagainya. Sedangkan biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk keberlangsungan bisnis. Biaya operasional dalam bisnis frozen food biasanya digunakan untuk membeli bahan baku, gaji karyawan (jika ada), kemasan, dan lain sebagainya.

3. Tentukan Metode Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu hal yang penting dalam bisnis. Pemasaran sendiri bertujuan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat dan menarik pembeli. Keberhasilan sebuah bisnis, adakalanya ditentukan dari teknik pemasaran yang dilakukan. Semakin baik sistem pemasaran, maka produk akan semakin dikenal baik oleh masyarakat. Dengan begitu, peluang peningkatan permintaan produk juga akan semakin besar.

Strategi pemasaran sendiri dapat dilakukan dengan banyak cara, baik berbayar maupun tidak berbayar. Media pemasaran berbayar misalnya, SEO, iklan, media sosial, google ads, dan lain sebagainya. Sedangkan pemasaran secara tidak berbayar dapat dilakukan dengan cara door to door, menggunakan akun media sosial secara mandiri, dan lain sebagainya.

4. Dapatkan Lisensi Makanan
Sebelum memasarkan produk secara lebih luas, hal yang perlu dilakukan adalah mendapatkan lisensi dari produk yang dijual. Lisensi pada produk makanan yang dijual adalah hal wajib yang harus dilakukan. Apalagi jika produk yang kamu jual akan diditribusikan secara luas. Mendapatkan lisensi produk dapat dilakukan dengan menghubungi pihak-pihak yang berwenang dalam penerbitkan lisensi. 

Untuk produk makanan selain daging, proses perizinan cukup dilakukan sampai ke Dinas Perindustrian atau PIRT. Sedangkan untuk produk frozen food berupa daging, pemerolehan lisensi harus dilakukan hingga ke BPOM. Biasanya, biaya untuk penerbitan lisensi dari BPOM memerlukan biaya yang cukup besar.

5. Distributor Atau Reseller
Setelah mendapatkan lisensi, langkah selanjutnya adalah memperluas bisnis. Perluasan bisnis dapat dilakukan dengan membuka peluang bagi orang-orang untuk turut memasarkan atau menjual produk yang kamu miliki dengan cara menjadi distributor atau reseller produk. Teknik ini cukup efektif dilakukan agar produk frozen food yang kamu miliki semakin dikenal dan memiliki pasar yang semakin luas. Apalagi jika kamu belum memiliki dana yang cukup untuk membuka sebuah cabang baru. Perluasan bisnis ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan fitur reseller atau dropshipper yang tersedia pada marketplace.

6. Buat Waralaba Bisnis Frozen Food
Terakhir adalah membuat waralaba bisnis frozen food. Bisnis waralaba sendiri bertujuan untuk memperluas wilayah merek dagang dengan cara memberikan izin kepada orang lain untuk turut menjual produk yang Anda miliki. Melalui sistem bisnis ini, produk yang Anda miliki dapat dikenal secara lebih luas. Dalam bisnis frozen food, sistem bisnis waralaba bukanlah hal yang baru. Pasalnya, banyak orang yang telah sukses membuat frozen food dengan sistem waralaba.

Cara Memasarkan Produk Frozen food Dengan Memanfaatkan Teknologi

Setelah memutuskan memulai bisnis frozen food atau makanan beku, langkah selanjutnya yang adalah memasarkan produk. Pemasaran difungsikan untuk mengenalkan produk, distribusi produk, riset produk, serta layanan purna jual produk. Saat ini, memasarkan sebuah produk bisnis bukanlah hal yang sulit dilakukan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, pemasaran dapat dilakukan dengan mudah bahkan tanpa pelu keluar rumah. Berikut adalah cara memasarkan produk frozen food dengan memanfaatkan teknologi yang dapat Anda coba.

1. Sosial Media
Sosial media adalah media pemasaran yang paling relevan untuk digunakan. Bagaimana tidak? Setidaknya, lebih dari 2,8 miliar orang saat ini aktif menggunakan media sosial. Untuk melakukan promosi melalui media sosial, Anda dapat menggunakan berbagai fitur, baik berbayar maupun tidak berbayar. Promosi berbayar, dapat dilakukan dengan menggunakan fitur Instagram Ads ataupun Facebook Ads. Kedua fitur yang disediakan oleh facebook dan Instagram tersebut memiliki berbagai kelebihan di antaranya, meningkatkan Brand Awareness, memberikan target iklan dengan lebih spesifik, menaikkan profit penjualan, serta menaikkan traffic website bisnis. Sedangkan untuk promosi tidak berbayar, Anda dapat melakukannya dengan memanfaatkan akun yang Anda miliki. Akan tetapi, hasil dari promosi ini bergantung pada jangkauan yang Anda miliki.

2. Marketplace
Marketplace sendiri adalah sebuah situs yang disediakan untuk kegiatan jual-beli secara online. Marketplace ini memiliki prinsip layaknya pasar. Proses transaksi mulai dari pemilihan produk, tanya jawab penjual dan pembeli, serta pembayaran dapat dilakukan melalui situs ini. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang mulai tertarik memulai bisnis melalui marketplace.

Selain sebagai media jual-beli, marketplace biasanya juga menyediakan marketing tools yang dapat digunakan oleh supplier untuk memasarkan produknya misalnya, TopAds dan Power Merchant pada Tokopedia, Star Seller pada Shopee, dan lain sebagainya. Setiap fitur yang ditawarkan oleh marketplace tersebut, biasanya memungkinkan produk yang kamu miliki untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas.

3. Search Engine Optimization (SEO)
SEO merupakan sebuah upaya proses optimasi website untuk memperoleh traffic yang berasal dari pencarian organik, editorial, maupun bebas pada mesin pencari. Konten-konten yang memenuhi standar SEO, biasanya akan berada pada posisi atas dalam sebuah pencarian. Posisi atas pencarian inilah yang kemudian membuat traffic pada sebuah website tinggi. Semakin tinggi traffic pada website bisnis, maka semakin banyak pula orang yang akan mengenal produk yang Anda miliki. Untuk membuat sebuah konten SEO, Anda dapat menggunakan jasa penulisan SEO yang saat ini sudah banyak tersedia. 

4. Iklan Berbayar
Iklan berbayar dipercaya sebagai cara yang efektif untuk mengenalkan produk dalam skala yang luas. Cara pemasaran ini dapat dilakukan dengan membayar jasa penyedia ruang iklan. Biasanya, merketer akan disediakan beberapa pilihan seperti, display atau banner, pay per impression (PPI), dan juga pay per click (PPC). Salah satu yang paling familiar adalah Google Ads atau lebih dikenal sebagai Google Adwords. Harga untuk setiap kategori dari iklan berbayar pun beragam. Biasanya, harga diperoleh melalui proses negosiasi antara penyedia dengan marketer. 

Modal Bisnis Frozen food

Memulai bisnis frozen food sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan modal yang kecil. Namun, hal tersebut bergantung pada di titik mana bisnis ingin dimulai. Dilansir dari laman Gobiz.co.id, estimasi modal yang dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis frozen food dengan peralatan lengkap setidaknya adalah 22 juta rupiah. 

Modal tersebut dialokasikan untuk biaya peralatan dan juga biaya operasional. Dari modal tersebut, keuntungan yang bisa diperoleh dalam satu bulan adalah sebesar 19 juta rupiah. Dengan kata lain, dibutuhkan waktu setidaknya dua bulan agar modal dapat kembali. 

Namun, jika Anda tidak memiliki modal dengan jumlah yang banyak, Anda dapat memulai bisnis dengan pelan-pelan dikarenakan keterbatasan modal atau sembari melihat minat pasar, maka Anda dapat memulainya dengan menjual produk sedikit demi sedikit. Tidak memerlukan freezer atau lemari beku dalam kapasitas besar. 

Manfaatkan saja lemari beku yang ada di rumah untuk menampung produk yang Anda jual. Jika permintaan semakin besar, Anda dapat mencoba menitipkannya di minimarket atau restoran. Untuk sistem ini, tentunya harus menggunakan cara bagi hasil. Jika permintaan sudah bertambah lagi, maka Anda dapat mengembangkan bisnis dengan cara membeli berbagai perlengkapan bisnis frozen food seperti, alat packaging dan juga freezer dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.


Aneka Frozen food

Makanan beku atau frozen food memiliki berbagai macam jenis. Berikut adalah beberapa aneka frozen food yang sering di temukan di pasaran dan banyak diminati oleh masyarakat.

1. Nugget

Nugget adalah salah satu jenis frozen food yang paling sering ditemukan di pasaran. Nugget sendiri adalah jenis makanan yang terbuat dari daging, baik ayam maupun sapi, yang dibalut dengan tepung panir atau tepung roti. Untuk pengolahan frozen food ini pun cukup mudah. Tinggal goreng nugget hingga berwarna coklat keemasan lalu tiriskan.

2. Sosis

Kedua adalah sosis. Sosis dibuat dari daging cincang, rempah, lemak hewan, dan juga bahan lainnya. Sosis biasanya memiliki kemasan plastik berbentuk memanjang layaknya es lilin. Untuk pengawetannya, sosis biasanya melelui proses pengasapan terlebih dahulu agar lebih awet dan tahan lama. Sosis seringkali diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau dijadikan topping dalam sebuah makanan.

3. Siomay

Siomay adalah salah satu jenis dimsum yang berasal dari China. Siomay biasanya memiliki kulit luaran yang serupa halnya dengan kulit pangsit. Untuk bagian dalamnya, siomay biasanya diisi dengan menggunakan daging, seafood, sayuran, ikan, dan lain sebagainya sesuai selera. Frozen food jenis siomay ini biasanya dihidangkan dengan cara dikukus kemudian disajikan dengan kuah atau dengan digoreng.

4. Bakso

Selanjutnya adalah bakso. Bakso dibuat dari daging yang digiling dan kemudian dicampurkan dengan tepung tapioka. Umumnya, bakso diolah dengan cara direbus dan dihidangkan dengan kuah beserta dengan sayuran pelengkapnya.

5. Fish Stick
Terakhir adalah fish stik. Fish Stik adalah salah satu jenis frozen food yang terbuat dari ikan yang dibalut dengan menggunakan tepung panir. Fish stik biasanya diolah dengan cara digoreng dan disajikan bersamaan dengan saus tomat, sambal, atau mayones.

Distributor Frozen food

Salah satu langkah yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis frozen food adalah menentukan distributor. Pemilihan distributor ini tentunya harus memperhatikan beberapa faktor di antaranya, kualitas produk, pasar produk, serta harga dari produk. Salah satu perusahaan distributor yang menyediakan frozen food dengan ketiga kriteria tersebut adalah KIBIF Group.


 
KIBIF Group sendiri adalah distributor makanan beku atau frozen food yang berdiri dibawah nama PT Estika Tata Tiara Tbk. Tidak hanya frozen food dari olahan daging, KIBIF juga menyediakan makanan frozen food dari olahan non-daging. Keseluruhan produk tersebut bahkan sudah didistribusikan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Karena kualitas serta keunggulan produknya, KIBIF telah memiliki pasar yang luas dari berbagai segmen. Mulai dari High Class Outlet, hotel, restaurant, catering, industri pengolahan daging, distributor, serta chanel individu. Berbagai jenis merek frozen food yang telah diproduksi oleh perusahaan ini di antaranya adalah KIBIF, BOSS, KIPAO, MURATO, OHAYO, ADELL dan SENTAKU.

Jaminan kualitas dari perusahaan ini salah satunya terlihat dari proses distribusi yang dilakukan. Dalam proses distribusinya, perusahaan ini menerapkan sistem Intregrated Cold Chain Logistics untuk menjaga mutu serta kualitas produk dari hulu ke hilir. Dengan demikian, produk frozen food yang diterima oleh konsumen tetap dalam kondisi segar dan juga higenis. Informasi lebih lanjut mengenai KIBIF, dapat Anda temukan pada laman resmi kibif.com.

Katalog Produk Frozen food
KIBIF, salah satu perusahaan penyedia makanan beku atau frozen food di Indonesia ini menyediakan frozen food dengan varian yang cukup lengkap. Tidak hanya makanan beku dengan bahan dasar daging, namun juga non-daging. Berbagai jenis produk frozen food yang diproduksi oleh KIBIF di antaranya adalah sosis, bakso, beef burger, ayam, minipao, beef steak, burger bun dan lain-lain. 
 


Berikut adalah berbagai jenis frozen food yang disediakan oleh KIBIF Group:

1. KIBIF

KIBIF adalah salah satu merek produk yang juga diproduksi oleh perusahaan KIBIF Group atau PT Estika Tata Tiara Tbk. Produk dengan merek KIBIF ini memiliki ciri khusus dengan hanya menghadirkan makanan frozen food yang terbuat dari olahan daging sapi berkualitas. Olahan daging sapi yang disediakan oleh KIBIF  di antaranya, Kibif Minced Beef, Kibif Smoked Beef Block, Kibif, Smoked Beef Rib, Kibif Sosis Original P400 gram, kibif Beef Burger, Kibif Bakso Sapi Premium, Kibif Daging Iga 500 gram, Kibif Sosis Sapi Goreng, Kibif Sosis Sapi Serbaguna, Kibif Beef Bockwurst, Kibif Bakso Sapi Reguler dan masih banyak produk lainnya.

2. BOSS

Selain KIBIF, merek lainnya yang juga disediakan oleh perusahaan ini adalah BOSS. Merek BOSS berisi terdiri atas produk dari olahan daging ayam dan sapi. Jenis frozen food pada merek inipun bervariasi. Mulai dari sosis hingga daging untuk burger. Produk frozen food BOSS di antaranya adalah, Boss Sosis Ayam, Boss Burger Ayam, Boss Burger Sapi, Boss Basis Merah, Boss Basis Putih, Boss Sosis Bakar Original isi 6, Boss Bockwurst Sosis Bakar Original isi 20, Boss Bakso, Boss Chicken Nugget.

3. KIPAO

Tidak hanya frozen food dari olahan daging sapi dan ayam, KIBIF Group juga menyediakan frozen food yang diolah dari bahan non-daging yaitu Minipao. Frozen food berupa bakpao mini yang diproduksi oleh KIBIF ini hadir dengan nama dagang KIPAO. KIPAO memiliki beragam varian rasa yang lengkap di antaranya, Kipao Cokelat, Kipao Ayam, Kipao Daging Sapi, Kipao Pandan, Kipao Kacang Merah, Kipao Stroberi, Kipao Keju, Kipao Choco Hazelnut, Kipao Coffee, Kipao Salted Egg dan Kipao Matcha. Produk frozen food non daging yang juga dikeluarkan oleh KIBIF ini dapat Anda temukan di http://kibif.com/main/products/.

4. MURATO

Selain KIBIF dan BOSS, perusahaan ini juga memproduksi frozen food khusus sosis, bakso, minipao di bawah nama dagang MURATO. Produk Murato ini terdiri atas sosis dengan beragam varian misalnya, Murato Basis Merah isi 23, Murato Basis Putih isi 23, Murato Sosis Bakar isi 10, Murato Cokelat, Murato Ayam dan Murato Cokelat.

5. ADELL

Merek dagang selanjutnya yang juga merupakan bagian dari KIBIF Group adalah ADELL. ADELL adalah salah satu merek dagang dari KIBIF yang di dalamnya terdapat frozen food dengan olahan daging ayam. Produk dengan nama dagang ini diantaranya Adell Chicken Wings, Adell Chicken Wings Hot & Spicy, Adell Chicken Breast Sausage, dan Adell Bakery Chicken Sausage.

Cara Membuat Makanan Frozen food

 
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Proses pembuatan frozen food pada dasarnya memiliki enam tahap yaitu, persiapan bahan, pencetakan, pelapisan, penggorengan, pembekuan, serta pengemasan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai setiap proses tersebut, berikut adalah penjelasannya.

1. Persiapan bahan baku
Tahap awal untuk membuat makanan frozen food adalah persiapan bahan baku. Pada tahap ini, bahan baku berupa daging, ikan, dan lain sebagainya melalui proses tempering atau pelayuan. Daging yang akan digunakan untuk membuat frozen food, terlebih dahulu harus disimpan di ruang yang dingin untuk menaikkan suhu daging. Setelah itu, daging diggiling dengan menggunakan alat penggiling hingga halus.

Setelah daging selesai digiling, langkah selanjutnya adalah membuat emulsi. Emulsi dibuat dengan cara mencampurkan minyak, air, dan soy protein. Selanjutnya, emulsi dan daging yang telah digiling halus dicampur hingga terbentuk sebuah adonan atau yang disebut dengan meat mix.

2. Pencetakan (forming)
Setelah meat mix terbentuk, tahap selanjutnya adalah pencetakan atau forming. Pada tahap ini, meat mix dicetak sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Proses pencetakan ini dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat cetak.

3. Pelapisan (coating)
Mix meat yang sudah dicetak, kemudian masuk ke tahap pelapisan (coating). Pada tahap ini, pelapisan dibagi menjadi dua yaitu, pelapisan basah (wet coating) dan juga pelapisan kering (dry coating) dengan menggunakan tepung roti atau panir hingga permukaan mix meat tertutup rata. 

4. Penggorengan (frying)
Mix meat yang telah terlapisi tersebut kemudian masuk ke dalam proses penggorengan. Proses penggorengan. Ada dua tahapan dalam proses memasak frozen food yaitu, penggorengan dan pengovenan. Namun, adapula frozen food yang hanya melalui satu proses masak yaitu penggorengan. Proses penggorengan ini dilakukan dengan merendam produk ke dalam minyak goreng panas dalam beberapa saat.

5. Pembekuan (freezing)
Setelah digoreng, produk frozen food kemudian dibekukan dengan menggunakan freezer atau mesin individual quick freezer (IQF). Pembekuan ini tentunya bertujuan untuk membuat produk menjadi lebih tahan lama. Dalam proses pembekuan, suhu yang tepat sangat mempengaruhi hasil dari produk.

6. Pengemasan (packaging)
Tahap terakhir setelah dilakukan proses pembekuan adalah pengemasan (packaging). Pengemasan atau packaging sendiri berfungsi untuk menjaga keamanan produk, memudahkan untuk dibawa, serta sebagai salah satu cara untuk branding produk. Oleh karena itu, ada baiknya pengemasan produk dilakukan semenarik mungkin untuk menarik konsumen.
Selain menarik, jenis kemasan yang digunakan untuk produk frozen food tentunya harus kedap udara. Plastik yang dapat digunakan untuk pengemasan produk frozen food misalnya adalah plastik vakum (vacuum bag) dan juga plastik multilayer (plastik OPP+LLDPE).

Jenis Bisnis Frozen Food

Proses pembuatan frozen food memang tergolong cukup rumit. Selain memperhatikan proses, setiap detail seperti suhu, pengemasan, dan lain sebagainya harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk memulai bisnis frozen food secara mandiri, diperlukan pelatihan maupun pengalaman terlebih dahulu. Akan tetapi, apabila belum memiliki pengalaman yang cukup, Anda dapat memulainya dengan bisnis franchise atau waralaba frozen food.

Waralaba atau franchise sendiri adalah sebuah perjanjian dalam bisnis yang mengikat dua pihak, dimana satu pihak dalam perjanjian memberikan hak kepada pihak lainnya untuk memanfaatkan kekayaan intelektual atau merek dagang yang dimiliki pihak tersebut. Dengan menggunakan sistem waralaba atau franchise, pebisnis pemula tidak perlu membangun bisnis frozen food dari awal dengan membuat merek dagang pribadi. Sebaliknya, meraka dapat bekerja sama dengan sebuah supplier dan menggunakan merek dagang yang sudah ada untuk memulai sebuah bisnis frozen food. Memulai bisnis frozen food dengan cara ini memiliki banyak keuntungan di antaranya:
1. Mendapatkan keuntungan dengan lebih cepat
2. Mendapatkan dukungan berupa pelatihan dan lain sebagainya dari pemilik brand.
3. Mendapatkan bantuan dari perusahaan pemilik brand untuk menentukan lokasi yang strategis.
4. Mempermudah proses pemasaran produk, karena sebelumnya orang-orang telah mengetahui merek dagang tersebut.
5. Mendapatkan harga yang lebih murah dari supplier.

Cara Evaluasi Bisnis Frozen food

Tugas dan tanggung jawab seorang pelaku bisnis tidak berhenti pada saat memulai bisnis, pemasaran, dan kemudian bisnis berjalan. Setelah semua proses tersebut dilalui, tugas seorang pelaku bisnis, dalam hal ini adalah bisnis frozen food, adalah melakukan pengembangan terhadap bisnis yang telah berjalan. Pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan cara melakukan evaluasi secara rutin terhadap bisnis yang sedang berjalan. Evaluasi sendiri dilakukan untuk memperbaiki kesalahan, mencari solusi atas kendala, serta meningkatkan dan mengembangkan bisnis yang sedang berjalan. 

Craig dan Hart, dalam sebuah artikel berjudul Where to Now in New Product Development Research mengungkapkan bahwa evaluasi perlu dilakukan dalam seluruh tahapan atau proses pengembangan produk. Beberapa aspek yang perlu masuk ke dalam daftar evaluasi di antaranya, teknis, keuangan, dan juga pemasaran. Lebih jelasnya, terdapat enam aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan suatu produk yaitu, idea screening, concept development, business analysis, product testing, test market, dan juga launch market. 
Setelah keseluruhan aspek tersebut selesai dievaluasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan atau pengembangan. Perbaikan atau pengembangan dilakukan dengan menggunakan parameter hasil dari evaluasi. Caranya, temukan terlebih dahulu aspek mana yang menjadi masalah dan menghambat bisnis, kemudian cari jalan keluar atau solusi terbaik. Setelah segala kendala terselesaikan, langkah selanjutnya adalah membuat target usaha yang baru. Target ini nantinya digunakan sebagai bahan evaluasi serta pengembangan bisnis selanjutnya.

PENUTUP
Demikianlah pembahasan mengenai frozen food dan juga peluang bisnis frozen food yang saat ini juga begitu banyak dijumpai. Selain relevan dengan kebutuhan saat ini, memulai bisnis frozen food tentunya akan memberikan beragam keuntungan pagi pelakunya. Untuk memulai sebuah bisnis frozen food, salah satu mitra dengan produk frozen food unggulan yang dapat Anda percaya adalah KIBIF Group. 

Jika Anda ingin berbisnis frozen food, Langkah pertama yang mudah dilakukan adalah dengan menggunakan produk Kibif. Anda tidak akan kerepotan lagi untuk berurusan dengan pembuatan produk frozen food, karena Kibif telah membuatkannya untuk Anda, jadi Anda tinggal memasarkan produknya saja. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk frozen food dari kibif maupun informasi perusahaannya, Anda dapat mengunjungi laman kibif.com.

Share this:
CONNECT WITH US
QUESTIONS
Menara Kadin Lantai 26, B-C
Jl. H.R. Rasuna Said X-5, Kaveling 2-3
DKI Jakarta 12950 - Indonesia
GO UP